Friday, August 31, 2012

Gerhana mandraguna



Bias magenta mengaras awan
muka langit nanar nian
Remang kepung gulita mengarak
cupu lesung kosong berbunyi
nafas sembunyi kolong peraduan

Jerih ibu sahut kanak bertanya
gerangan siang laksana malam tiba
Balas sayu bola mata sempit
ujung desah dibelenggu himpit

Alam ketika gelap jadi raja
Raseksa leluasa
Gandarwa tabuh genderang menang
Terang punah jalma kecundang

................................................................
Lonk’s copyright. 310812.


Catatan:
-Cupu = lubang.
- Lesung = alat untuk menumbuk padi.
- Raseksa = raksasa.
- Gandarwa = hantu (berbulu) yang berwujud seperti manusia / (genderuwo).
-Jalma = umat / masyarakat (rakyat).

Saturday, July 14, 2012

CiTuTiTa (cinta jatuh ditimpa tangga)


   
                    
Selamat bobok sayang…J
       Ihhternyata dia masih setia dengan pesan ringkas romantisnya.
    Disetiap malam, sebelum ku lelap menuju lena. Yang pasti bibir ini akan lekas tersenyum sembari bergumam: “Aku sayang kamu mas...” 
Hela nafas dalam-dalam.
Mata lekat pandangi sosok tampan hias wallpaper, ah matanya…ah hidungnya…ah kumisnya.
Ah! benar-benar ku mabuk kepayang.
Dekap hangat muka HP hangat di dadaku, hadirlah lagi wajah itu dalam tidurku. Ingin pula rasanya singgah dibawa mimpi, ulang indah nota cinta tempo hari.

Peluk aku Barbie...



               Andai saja aku punya sayap,
hendak pula terbang merentas awan.
Sambut belaian kasih langit,
       nikmati sisi biru tak pernah aku rasakan.
 rbang menyisir awang  Yang ada hanyalah merajut hari kelabuApa guna ini semua, istana indah nuansa hampa.
     Yang ada hanya merajut hari kelabu,
    berbingkai sunyi dipasung bisu.
          Sepi…sepi...sepi...
Sekarang  aku sakit, pada siapa harus menjerit.
Pada uang? pada harta? atau pada megah yang jadi penjara.
Sayang hilang tinggallah mimpi, tak lagi lapang mengecup pipi.
      Aku lemah.
    Aku lelah.
Aku ingin tidur selama lamanya.
Peluk aku Barbie…

…………………………………….
Lonk’s copyright. 10072012.

BERBAGI DAN SALING BELAJAR